Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

Aku, dia dan diri mu

Aku, dia dan dirimu..
Aku mengenal dia dan dirimu..
Aku mengenal kalian sangat dekat..
Aku mengenal kalian bak pinang dibelah dua..
Aku senang mengenal  kalian berdua sebagai sahabatku..
Aku senang melihat kalian berdua senang..
Dan aku sedih melihat kalian seperti ini..
Kalian retak hanya karena hal yang klise..
Dan kalian terlalu bodoh untuk hal itu..
Aku menyayangi kalian tanpa memilih satu diantaranya,,
Dan aku akan tetap melihat kalian sebagai sahabatku...
Tetaplah bersatu sahabatku seperti aku mengenal kalian sebelum kalian mengenalku dulu...

Ayah

Ayah..
Ingin ku memanggil namamu..
Ayah
Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan itu?
Ayah..
Adakah aku dihatimu?
Adakah aku untukmu?
Ayah..
Bolehkah aku mencium keningmmu..
Walau sejenak?
Bolehkah aku melepas kerinduanku dengan memelukmu?
Dan masih bisa kah aku merawatmu??
Ayah
Aku sangat merindukanmu...
Hanya doa dan tetesan airmata yang bisa ku hadiahkan untukmu..
Ayah..
Semoga engkau bahagia disana ...dimanapun engkau berada..

Muhammad ....


Muhammad..
Inginku melihatmu..
Melihat wajahmu yang teduh..
Muhammad..
Ingin rasanya ku bertemu denganmu....
Melihatmu yang berperang melawan kaum yahudi
Demi agama mu
Inginku melihatmu berjuang
Demi membela umatmu..
Muhammad
Sungguh engkau sosok yang perkasa dan berwibawa..
Muhammad ..
Sungguh engkau idolaku..
Idola setiap umat di dunia..
Muhammad..
Sungguh aku bangga
Pada kecerdasan dan kebaikan yang kau miliki..
Muhammad ingin ku bertemu dan alangkah rindu hati ini kepadamu..
Muhammad
Sungguh engkau lah nabi akhir zaman yangmulia...

Metropolitan



Metropolitan..
Kota itu..
Kota yang megah..
Rumah kaca dimana-mana
Mall dimana-mana
Hiburan serba komplit..
Semua orang terkesima melihatnya..
Metropolitan..
Sungguh engkau kota yang dibanggakan..
Semua suku ada denganmu..
Dan semua orang berbondong-bondong
Menjengukmu..
Metropolitan..
Sungguh sedih dirimu..
Engkau yang dulu asri..
Indah dan bersih..
Kini tinggal kenangan..
Sekarang, hari ini.. detik ini..
Engkau di temani polusi,panas yang mencekam
Dan para pengemis , kemiskinan memenuhimu..
Metropolitan..
Mana engkau yang kukenal dulu?
Kiniengkau tinggal bayangan dan sejarah belaka..



Si miskin dan si kaya


Si kaya dan si miskin..
Mengapa ada si kaya, jika tidak ada simiskin
Dan mengapa simiskin terlahir jika hanya menyulitkan si kaya?
Apa beda mereka?
Mengapa mereka tak bisa bersatu?
Apa karena si kaya yang bergelimang..
Atau karena simiskin yang melarat..
Apa si kaya bisa bahagia dengan yang ia miliki?
Apa simiskin akan terus seperti ini.
Meratap dan terus meratap...
Mana kebijakan itu?
Mana keadilan itu?
Si kaya menikmati semua yang ia miliki..
Sedang si miskin...
Mengais dan terus mengais demi mendapatkan semua itu..
Apa si kaya menari di atas simiskin?
Atau simiskin hanya bisa melihat itu ..
Mengapa semua dipandang dari kata KAYA dan MISKIN..
Mengapa semua membedakan hanya karena SI KAYA dan si MISKIN
Mengapa...mengapa??!!!
Mana keadilan bagi simiskin?
Tunjukkan jika memang kalian adil terhadap mereka..
Dan menghilangkan perbedaan itu pada dunia..


kejadian itu..


Kejadian itu..
Mengingatkan ku pada masa yang silam
Kejadian itu..
Membuatku ketakutan bertemu keramaian
Kejadian itu membuatku benci pada diriku sendiri
Tragedi itu..
Membuat ku menjadi orang terbodoh
Menjadikanku
Manusia yang penuh penyesalan
Hingga kini
Tragedi itu terus menari-nari dalam bayangku..
Aku merasa..
Kejadian itu
Tak bisa memaafkan ku...
Tragedi itu.. terus menari-nari
Seakan tak  mau jauh dari bayangku..
Sungguh tragedi itu..
Membuatku serasa dikucilkan..
Dan dunia serasa kelam di kacamataku..
Tragedi itu...
Sungguh memilukan..